Selasa, 28 Oktober 2008

SUP TAHU SUTRA









Bahan:

1 l kaldu ceker ayam
1 bh (100 gr) tahu sutra, potong dadu 2 cm
100 gr wortel, iris halus
100 gr jamur merang, iris halus
100 gr dada ayam, cincang
50 gr bawang bombay, cincang
2 siung bawang putih, iris tipis, goreng
1 tangkai daun bawang, iris halus
1 tangkai seledri, iris halus
garam
gula pasir
merica

Cara Membuat:
  1. Campur ayam cincang dengan garam dan sedikit merica. Buat bulatan sebesar kelereng.
  2. Didihkan kaldu ceker ayam, masukkan bakso ayam, rebus sampai mengapung.
  3. Masukkan wortel dan jamur. Masak hingga matang.
  4. Tumis bawang bombay hingga harum. Masukkan ke dalam kaldu.
  5. Tambahkan gula pasir, merica dan garam.
  6. Masukkan tahu sutra dan daun bawang. Didihkan sebentar.
  7. Saat disajikan taburi bawang putih goreng dan seledri.
Untuk 4 porsi

Fakta Gizi per porsi:
Kalori 67 kal
Protein 9 gr
Lemak 2,5 gr
Karbohidrat 8,8 gr
Kolesterol 14,2 mg
Serat 1,1 gr

(sumber: Menu Sehat edisi 4/Th.III/2006)

Senin, 20 Oktober 2008

SUP BUNTUT KACANG MERAH









Bahan:

500 gr buntut sapi, buang setiap lemak yang tampak, potong 2 cm
100 gr kacang merah, rebus sampai matang
150 gr wortel, potong 1 cm
200 gr kentang, kupas, potong-potong
75 gr kapri
1 bh tomat, potong 8 bagian
1 tangkai daun bawang, potong 1-2 cm
1 tangkai daun seledri, potong 1-2 cm
merica
pala bubuk
3 btr cengkih
garam
gula pasir
1 sdm minyak goreng

Bumbu yang dihaluskan:
7 siung bawang putih
5 butir bawang merah

Persiapan:
  • Rebus buntut sampai empuk. Sisihkan.
  • Setelah dingin, buang lemak yang ada di permukaan. Kemudian simpan dalam lemari pendingin minimal 2 jam.
Cara Membuat:
  1. Keluarkan rebusan buntut dari lemari pendingin. Buang lemak yang ada di permukaan.
  2. Ambil air kaldunya sebanyak 1 l (kalau kurang, tambahkan air). Didihkan.
  3. Tumis bumbu halus sampai harum, masukkan buntut lalu aduk.
  4. Tuang tumisan buntut ke kaldu. Masak sambil diberi merica, pala bubuk, dan cengkih.
  5. Setelah mendidih, masukkan kacang merah, kentang dan wortel. Masak sampai setengah empuk.
  6. Masukkan kapri dan tomat sambil diberi garam dan gula pasir.
  7. Setelah sayuran empuk, masukkan daun bawang dan daun seledri. Masak sebentar. Angkat.
  8. Sajikan sup selagi panas.
untuk 8 porsi

Fakta gizi per porsi:
kalori 331 kal
protein 13,8 g
lemak 10,1 g
karbohidrat 46,8 g
kolesterol 9,4 mg
serat 1,6 g

(sumber: Menu Sehat edisi 10/IV/07)

Rabu, 08 Oktober 2008

Setelah Idul Fitri berlalu...

Sekarang saatnya kita kembali mengatur pola makan kita. Karena bila kita tidak berhati-hati, setelah terlalu banyak mengkonsumsi makan yang lezat tubuh kita bisa melar lagi. Tapi jangan khawatir, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mencegahnya. Antara lain:
  • Makan buah-buah segar untuk mengimbangi makanan berat yang sudah masuk lambung.
  • Perbanyak konsumsi sayuran yang dimasak tanpa santan.
  • Minum air putih minimal 8 gelas sehari.
  • Mulai berolahraga lagi. Awali dengan olahraga ringan, dan pada minggu berikutnya tambahkan intensitasnya.
  • Tidur cukup.

Makan sehat selama Idul Fitri

Di hari raya Idul Fitri, kita akan sering mengkonsumsi makanan lezat yang biasanya berlemak dan tinggi garam. Ditambah dengan makanan manis seperti berbagai macam kue atau cake, serta minuman manis seperti minuman bersoda atau sirup. Terutama bila kita sering berkunjung ke sanak saudara atau tetangga untuk bersilaturahim. Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk menyiasatinya, yaitu:
  • Bila makan ketupat atau lontong, pilih satu potong daging, atau ayam atau telur saja untuk lauknya. Jangan ambil ketiganya untuk satu kali makan.
  • Jangan ambil makanan berkuah santan terlalu banyak. Ambil secukupnya saja.
  • Usahakan tambahkan sayuran dan buah dalam menu hidangan kita.
  • Makan buah (misalnya 1 buah apel) sebelum bersilaturahim ke tetangga atau kerabat. Dengan demikian perut akan terasa kenyang sehingga kita tidak akan makan terlalu banyak.
  • Minum air putih saja selama bertamu. Hindari minuman manis.
  • Langsung mulai berpuasa Syawal di hari kedua Idul Fitri, sehingga kita tidak terlalu banyak mengkonsumsi makanan berlemak.